Penyimpangan Aqidah Kaum Syiah – Tentang Sahabat Rasulullah

Diriwayatkan oleh Imam Al-Jarh Wat Ta’dil mereka (Al-Kisysyi) di dalam kitabnya Rijalul Kisysyi (hal. 12-13) dari Abu Ja’far (Muhammad Al-Baqir) bahawa ia berkata: “Manusia (para sahabat) sepeninggal Nabi, dalam keadaan murtad kecuali tiga orang, “maka aku (rawi) berkata: “Siapa tiga orang itu?” Ia (Abu Ja’far) berkata”Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari, dan Salman Al-Farisi…” kemudian menyebutkan surat Ali Imran ayat 144. (Dinukil dari Asy-Syiah Al-Imamiyyah Al-Itsna ‘Asyariyyah Fi Mizanil Islam, hal.89)

Adapun sahabat Abu Bakr dan ‘Umar, dua manusia terbaik setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam, mereka cela dan laknat. Bahkan berlepas diri dari keduanya merupakan bahagian dari prinsip agama mereka. Oleh kerana itu, didapati dalam kitab bimbingan doa mereka (Miftahul Jinan, hal.114), wirid laknat untuk keduanya:

Ya Allah, semoga selawat selalu tercurahkan kepada Muhammad dan keluarganya, laknatlah kedua berhala Quraisy (Abu Bakr dan Umar), setan dan taghut keduanya, serta kedua putri mereka….(yang dimaksud dengan kedua putri mereka adalah Ummirul mukminin ‘Aisyah dan Hafshah) (Dinukil dari kitab Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 18, karya As-Sayyid Muhibbudin Al-Khatib)

Mereka juga berkeyakinan bahawa Abu Lu’lu Al-Majusi, si pembunuh Amirul Mukminin ‘Umar bin Al-Khaththab, adalah seorang pahlawan yang bergelar “Baba Syuja’uddin” (seorang pemberani dalam membela agama). Dan hari kematian ‘Umar dijadikan sebagai hari “ledul Akbar”, hari kebanggaan, hari kemuliaan dan kesucian, hari barakah, serta hari suka ria. (Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 18)

Adapun Aiysah dan para isteri Rasullullah shallallahu ‘alaihi wassallam lainnya, mereka yakini sebagai pelacur – na’udzu billah min dzalik – . Sebagaimana yang terdapat dalam kitab mereka Ikhtiyar Ma’rifatir Rijal (hal. 57-60) karya Ath-Thsi, dengan menukilkan (secara dusta) perkataan sahabat Abdullah bin ‘Abbas terhadap ‘Aisyah: “Kamu tidak lain hanyalah seorang pelacur dari sembilan pelacur yang ditinggalkan oleh Rasulullah…” (Dinukil dari kitab Daf’ul Kadzibil Mubin Al-Minarrafidhati ‘ala Ummahatil Mukminin, hal. 11, karya Dr. Abdul Qadir Muhammad ‘Atha)

Alhamdulillahilladzi bin ni’matihi tatimmush sholihaat. Allahumma innaa nas-aluka ‘ilman naafi’a. Segala puji bagi Allah yang dengan segala nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s