Mengikut Empat Mazhab?

Pertanyaan :

Ada fenomena di kalangan para pemuda, yang mana mereka mengatakan, “Kami tidak mengikuti apa pun dari madzhab yang empat, tapi kami berijtihad seperti mereka, berbuat seperti yang mereka lakukan dan tidak merujuk kepada hasil ijtihad mereka.” Bagaimana pendapat Syaikh tentang fenomena ini dan apa saran Syaikh untuk mereka?

Jawapan:

Perkataan ini kadang tidak disukai oleh sebahagian orang, namun maknanya benar bagi yang berkompeten, kerana manusia tidak diwajibkan meniru orang lain (taqlid). Aapun orang yang mengatakan, “Wajib meniru para imam yang empat.” Adalah ucapan yang keliru, kerana tidak wajib meniru mereka, tapi yang seharusnya adalah mempertimbangkan pendapat mereka dan juga pendpat lain dari para imam lainnya dengan menganalisa kitab-kitab mereka dan dalil-dalil yang mereka kemukakan serta apa yang disimpulkan oleh penuntut ilmu yang alim dan lurus.

Adapun yang ilmunya terbatas, ia tidak layak berijtihad, tapi harus bertanya kepada ahli ilmu dan mengerti agama lalu mengamalkan apa yang mereka tunjukkan kepadanya, sehingga dengan begitu ia menjadi berkompeten dan memahami jalan yang ditempuh oleh para ulama, mengetahui hadits-hadits yang shahih dan yang dha’if, serta sarana-sarana untuk mengetahui dalam ilmu musthalah hadits, mengetahui Usul Fiqh dan apa-apa yang telah ditetapkan oleh para ulama dalam masalah ini. Dengan begitu ia bisa mengambil faidah dari itu semua, bisa memilih dalil yang kuat di antara dalil-dalil yang diperselisihkan orang. Adapun perkara yang telah disepakati para ulama, masalahnya sudah jelas, tiak boleh seorang pun menyelisihinya, sedangkan yang dianalisa adalah yang diperselisihkan oleh para ulama.

Kemudian dari itu, yang wajib dilakukan dalam masalah ini adalah mengembalikan permasalahan kepada Allah dan Rasulnya, Allah Subhana Wa Ta’ala berfirman,

Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasulullah dan kepada “Ulil-Amri” (orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu. Kemudian jika kamu berbantah-bantah (berselisihan) dalam sesuatu perkara, maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (Kitab) Allah (Al-Quran) dan (Sunnah) RasulNya – jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu), dan lebih elok pula kesudahannya. (An-Nisa : 59)

Dalam ayat lain disebutkan,

Dan (katakanlah wahai Muhammad kepada pengikut-pengikutmu): “Apa jua perkara agama yang kamu berselisihan padanya maka hukum pemutusnya terserah kepada Allah; Hakim yang demikian kekuasaanNya ialah Allah Tuhanku; kepadaNyalah aku berserah diri dan kepadaNyalah aku rujuk kembali (dalam segala keadaan)”. (Asy-Syura :10)

Adapun berijtihad dalam kondisi yang sebenarnya tidak mampu melakukannya, ini termasuk kekeliruan yang besar. Namun demikian, tetap harus dipelihara motivasi yang tinggi dalam menuntut ilmu, berijtihad dan mencari tahu serta menempuh cara para ahlul ilmi.

Berikut ini adalah jalan-jalan ilmu : Mempelajari Hadits, Ushul Hadits, Fikih, Bahasa Arab dan tata bahasanya, Sirah Nabi dan Sejarah Islam.

Hal-hal tersebut digunakan alat untuk mentarjih yang rajih dalam masalah-masalah yang dipersilisihkan dengan tetap bersikap hormat terhadap para ahlul ilmi dan menempuh cara mereka dengan baik dan mengkaji ucapan dan kitab-kitab mereka yang baik serta dalil-dalil dan bukti-bukti yang mereka jelaskan dalam menguatkan pendapat mereka dan menolak apa-apa yang mereka bantah.

Dengan begitu, seorang penuntut ilmu telah bersikap benar-benar untuk mengetahui kebenaran, jika ia ikhlas kerana Allah dan menyerahkan daya upayanya untuk mencari kebenaran dengan tidak menyombongkan diri. Allah Yang Mahasuci sumber segala petunjuk.

Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyyah, edisi 47, hal. 160 – 161, Syaikh Ibnu Baz.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s